JANGAN BIARKAN KERINGAT KEDUA ORANGTUAMU MENGALIR SIA-SIA






Fungsi Standar dan Operator (Pengantar Pemrograma)


A.     Statemen
Statemen adalah perintah untuk pengerjaan program pascal. Statemen terletak di bagian deklarasi statemen dengan diawali oleh kata cadangan begin dan diakhiri dengan kata cadangan END. Akhir dari setiap statemen diakhiri dengan titik koma [;]. 

Statemen-statemen dalam bahasa pascal terdiri dari pernyataan yang berupa fungsi dan prosedur yang telah disediakan sebagai perintah standar Turbo Pascal.

1.       Statemen-statemen yang digunakan untuk input/output.
+  Read/Readln (prosedur)
Perintah ini digunakan untuk memasukkan input data lewat keybord ke dalam suatu variabel.
                        Sintaks: read/readln(x); (harus diakhiri dengan (;)
                        Keterangan : x = variable.
+  Readkey (fungsi)
Untuk pembacaan sebuah karakter dari keyboard. Tipe data yang dihasilkan adalah char.
Sintaks : Readkey;
+  Write/writeln (prosedur)
Digunakan untuk menampilkan isi dari suatu nilai variable di layar
Sintaks : write/writeln (x);
Keterangan:  x= variabel.

2.       Statemen-statemen yang digunakan untuk pengaturan letak layar.
+  Clrscr (prosedur)
Perintah ini digunakan untuk membersihkan layar.
Sintaks : Clrscr;
+  GotoXY (prosedur)
Untuk menempatkan posisi kursor pada layar.
Sintaks : GotoXY (X,Y: Byte);
Keterangan: x=sumbu X (posisi horizontal)
                        Y= sumbu Y (posisi horizontal)
+  DelLine (prosedur)
Untuk menghapus sebuah baris pada posisi kursor dan menaikkan baris-baris dibawahnya.
Sintaks : DelLine;
+  Insline (prosedur)
Untuk menyisipkan sebuah baris pada posisi kursor dan mengeser kebawah tampilan-tampilan baris dibawahnya.
Sintaks : Insline;
+  Delay (prosedur);
Untuk menghentikan sejenak proses program.
Sintaks: Delay (MS: Word);
Keterangan : Variable MS = ukuran waktu dalam milisecond.

3.       Statemen yang digunakan untuk memanipulasi string.
+  Concat (fungsi)
Untuk menggabungkan 2 atau beberapa variable string.
Sintaks: Concat (s1[,s2,…,sn]:string): String;
Contoh: Concat (‘ABC’,’DEF’) {ABCDEF}
+  Copy (fungsi)
Mengambil satu atau beberapa karakter  dari sebuah string.
Sintaks: Copy (S, Index, Count): string;
Keterangan:
S=sebuah string (string).
Index = posisi awal kita akan mengambil beberapa karakter (integer)
Count = banyaknya karakter yang akan diambil (integer).
+  Delete (prosedur)
Menghapus sebagian karakter dari sebuah string.
Sintaks : Delete (S, Index, Count);
Keterangan : sama dengan  statemen Copy.
+  Insert (prosedur)
Menyisipkan  satu atau beberapa karakter ke dalam sebuah string.
Sintaks : insert ( source, var S, index);
Keterangan : source = sumber string untuk disisipi (string)
Var S = string tujuan yang akan disisipi oleh string Source (string)
Index = posisi mulai (integer)
+  Length (fungsi)
Memberikan nilai panjang dari suatu string ( jumlah karakter dalam string ).
Keterangan : S = string
Length (S) menghasilkan nilai integer.
+  Pos (fungsi)
Mencari posisi sebuah bagian string (substring) didalam sebuah string.
Sintaks : Pos (Substr, S);  { menghasilkan nilai Byte}
Keterangan : Substr = substring yang akan dicari posisinya di dalam sebuah string S.
Bila bernilai 0 berarti nilai string yang dicari tidak ada.
+  Str (prosedur)
Merubah nilai numerik ke dalam nilai string.
Sintaks : Str (N,S);
Keterangan :
N = data tipe integer,
S  = data tipe string.
+  Val (prosedur)
Merubah nilai string ke dalam nilai numerik.
Sintaks:  Val (S,N,P);
Keterangan :
S = nilai string;
N = nilai real;
P = posisi salah
Nilai string harus berisi angka, plus atau minus, bila tidak berarti kesalahan dan letak kesalahannya ditunjukkan oleh variabel posisi salah. Jika benar, maka nilai variabel tsb =0
+  Upcase (fungsi)
Memberikan huruf kapital dari argumen.
Sintaks : Upcase ( S)
Keterangan
S = variabel bertipe karakter.

4.       Statemen-statemen untuk perhitungan aritmatik
+  Abs (fungsi)
Memberikan nilai mutlak dari suatu aritmatik.
Sintaks : ABS(x);
+  Arc tan (fungsi)
Memberikan nilai dari fungsi arctangent dari perhitungan geometri.
Sintaks: Arctan (x);
Dimana x dapat bertipe real atau integer dan akan menghasilkan nilai bertipe real.
+  Cos (fungsi)
Memberikan nilai dari fungsi cosinus
Sintaks: cos (x);
+  Exp (fungsi)
Menghitung nilai pangkat dari bilanggan e, yaitu sebesar x,
Sintaks: Exp (x)
X dapat bertipe real atau integer dan akan menghasilkan nilai bertipe real
+  Frac (fungsi)
Untuk mendapatkan nilai pecahan dari suatu bilangan.
Sintaks: Frac (x),
+  Int  (fungsi)
Memberikan nilai integer dari suatu variabel dengan membuang bilangan di belakang koma.
Sintaks: Int (x);
+  Ln (fungsi)
Digunakan untuk menghitung nilai algoritma alam
Sintaks : Ln (x);
+  Sqr (fungsi)
Digunakan untuk menghitung nilai pangkat kuadrat dari suatu bilangan.
Sintaks: Sqr (x);
+  Sqrt (fungsi)
Digunakan untuk menghitung nilai akar dari suatu bilangan
Sintaks : sqrt (x);

5.       Statemen-statemen untuk transfer nilai dari suatu variabel
+  Chr (fungsi)
Merubah nilai dari byte ke bentuk karakter yang sesuai dengan kode ASCII
Sintaks: Chr (x);
+  Ord (fungsi)
Merubah nilai suatu variabel dari bentuk karakter ke bentuk longint.
Sintaks: ord (x);
X = bertipe char
+  Round (fungsi)
Membulatkan data tipe real ke data tipe longint.
Sintaks : round (x);
+  Trunc (fungsi)
Membulatkan kebawah data tipe real ke data tipe longint.

6.       Statemen- statemen untuk memanipulasi data.
+  Pred (fungsi)
Memberikan nilai sebelum nilai argumen dalam urutannya dalam ASCII
Sintaks: Pred (x);
+  Succ (fungsi)
Memberikan nilai sesudah nilai argumen dalam urutannya dalam ASCII
Sintaks: Succ (x);
+  Inc (fungsi)
Menambahkan (increments) nilai suatu variabel
Sintaks: inc (x,i);  dimana I >= 1
+  Dec (fungsi)
Mengurangi (decrements) nilai suatu variabel.
Sintaks: Dec(x,i); {i>=1}

7.       Statemen-statemen tambahan (warna, suara dan window)
+  Text color
Untuk mengatur warna dari karakter-karakter di layar.
Sintaks: Text color (color:byte);
+  Text background (prosedur)
Untuk mengatur warna latar belakang dari karakter-karakter di layar
Sintaks : Textbackground (color: Byte);
+  Sounds (prosedur)
Untuk mengaktifkan suara (beep) pada internal speaker.
Sintaks : sound (Hz: word);
B.     Operasi Dasar
1)      Operasi biner
Operasi biner yaitu operasi perhitungan yang menghubungkan dua nilai yang bertipe sama. Ada 6 (enam) yaitu:
> (+) Penambahan (addition)
>  (- ) Pengurangan
> (*)Perkalian (multiplication)
> (/) pembagian  (division)
> div pembagian  integer/bulat
> mod sisa bagi
tipe real dapat beroperasi pada operator-operator tersebut diatas kecuali pada mod dan div. integer dapat beroperasi pada semua operator diatas. Akan tetapi, pembagian integer dengan integer akan menghasilkan nilai yang bertipe real. Karena dalam pembagian, ada kemungkinan integer menjadi (pecahan/real);

2)      Operasi ordinal dan karakter
operasi ini digunakan untuk pengurutan tipe data. Operasi ordinal dan karakter terdiri dari dua fungsi dan dua prosedur.
Operasi fungsi jenis operasi succ mengangkat nilai ke nilai berikutnya satu point Function Pred menurunkan nilai ke nilai sebelumnnya satu point Function Inc.
Menambahkan nilai (increase) Procedure Dec Mengurangi nilai (decrease) procedur Odd memastikan pada nilai yang ganjil.

3)      Operasi logika / bitwise
Pada operasi logika, anda harus tahu mengenai bilangan biner. Karena operasi ini adalah operasi bilangan biner yang hubungannya dengan tipe boolean yaitu 1 dan 0.
> Operasi not
Yaitu operasi pembalikan bitwise atau biner. Bilangan positif akan menjadi negatif begitu juga bilangan negatif akan menjadi bilangan positif. Operasi not adalah operasi yang mempunyai hierarki tertinggi diantara operasi bitwisw yang lainnya.
> Operasi and
Yaitu operasi untuk membandingkan dua buah elemen atau nilai, hasilnya akan true bila keduannya true.
> Operasi or
Yaitu operasi untuk membandingkan dua elemen atau nilai, hasilnya akan true bila salah satu atau keduannya true.
> Operasi Xor
Yaitu digunakan untuk membandingkan dua buah elemen atau nilai, hasilnya akan true bila salah satunya saja yang true
> Operasi Shl (shift Left)
Yaitu operasi yang digunakan menggeser (shift) bit/digit ke arah kiri tergantung seberapa besar pergeserannya. Hasil pergeserannya yang ditinggalkan akan bernilai biner 0.
> Operasi shr (shift Right)
Kebalikan shl

4)      Operasi relasi
Relasi  artinya berhubungan. Operasi relasi berarti operasi yang menghubungkan antara dua nilai tertentu. Operasi relasi hampir sama penggunaannya dengan operasi logika. Operator relasi antara lain =, <>,>,<,>= dan <=. Apabila suatu operasi tersebut benar maka akan menghasilkan output true, sebaliknya bila salah maka akan menghasilkan output false

5)      Operasi aritmatika dan real
Ada beberapa fungsi yang berhubungan  dengan perhitung atau aritmatika selain operasi biner.
> Operasi fungsi : abs,sin,cos,arctan,sqr,sqrt,exp, ln, frac, int, round,trunc,chr,ord.


Posted by
Unknown

More

Array PASCAL




Bab 4 Array
Array adalah tipe data terstruktur yang terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang mempunyai tipe sama. Komponen-komponen tersebut disebut sebagai komponen type, larik mempunyai jumlah komponen yang jumlahnya tetap. Banyaknya komponen dalam larik ditunjukkan oleh suatu index, dimana tiap komponen di array dapat diakses dengan menunjukkan nilai indexnya atau subskript. Array dapat bertipe data sederhana seperti byte, word, integer, real, bolean, char, string dan tipe data scalar atau subrange. Tipe larik mengartikan isi dari larik atau komponen- komponenya mempunyai nilai dengan tipe data tersebut.
Contoh:
Var
Untai : array[1..50] of Integer;
Pada contoh Array dengan nama untai telah dideklarasikan dengan tipe integer, dengan jumlah elemen maksimum 50 elemen, nilai dari elemen array tersebut diatas harus bertipe integer.

Contoh Program :
Program Contoh_Array_Input;
Uses Crt;
Var
Bilangan : array[1..50] of Integer;
Begin
ClrScr;
Bilangan[1]:=3;
Bilangan[2]:=29;
Bilangan[3]:=30;
Bilangan[4]:=31;
Bilangan[5]:=23;
Writeln('nilai varibel bilangan ke 3 =',Bilangan[3]);
Readln;
End.

Array juga dapat dideklarasikan bersama dengan tipe yang beragam seperti contoh dibawah ini :
Program Contoh_Deklarasi_Array_Beragam;
Uses Crt;
Var
NPM : array[1..20] of string[10];
Nama : array[1..20] of string[25];
Nilai : array[1..20] of real;
Umur : array[1..20] of byte;
banyak,i : integer;
Begin
ClrScr;
Write('Isi berapa data array yang diperlukan :');Readln(banyak);
For i := 1 to banyak Do
Begin
Write('NPM =');Readln(NPM[i]);
Write('Nama =');readln(Nama[i]);
Write('Nilai=');readln(Nilai[i]);
Write('Umur =');readln(Umur[i]);
End;
{cetak varibel array}
Writeln('NPM NAMA NILAI UMUR ');
For i:= 1 to banyak Do
Begin
Writeln(Npm[i]:10,Nama[i]:25,Nilai[i]:3:2,' ',Umur[i]:3);
End;
Readln;
End.

Untuk deklarasi array dapat digunakan beberapa cara seperti berikut ini :
Type
Angka = String[20];
Var
Nama : Array [1..50] of Angka;
Begin
.
.
End.

Deklarasi tipe indeks subrange integer Indeks pada array dapat tipe skalar atau subrange, tetapi tidak bisa real.
Contoh:
Var
Nilai : Array[1..10] of Integer;
pada contoh ini array nilai mempunyai 10 buah elemen yaitu dari 1 sampai 10. Array tersebut dapat dideklarasikan dengan type seperti berikut ini :

Type
Skala = 1..10;
Var
Nilai : Array [skala] of Integer;
atau :
Type
Skala = 1..10;
Y = Array[skala] of Integer;
Var
Nilai : Y;
atau :
Type
Y = Array[1..10] of Integer;
Var
Nilai : Y;
atau :
Const
Atas =1;
Bawah = 5;
type
Y = Array[Atas..Bawah] of Integer;
Var
Nilai : Y;

I. Deklarasi Type Indeks Skalar
Indeks dari larik dapat berupa tipe skalar.
Contoh. :
Program Deklarasi_Indeks_Array_Skalar;
Uses Crt;
Var
Jum : Array[(jan,feb,mar,apr,mei)] of Integer;
Begin
Jum[jan]:=25;
Jum[feb]:=45;
Jum[mar]:=21;
Jum[apr]:=23;
Jum[mei]:=50;
Writeln('Jumlah nilai bulan maret =',Jum[mar]);
Readln;
End.
dapat juga ditulis :
type
Bln = (jan,feb,mar,apr,mei);
Var
Jum : Array[bln] of Integer;
atau :
type
Bln =(jan,feb,mar,apr,mei);
Var
Jum : Array[jan..mei] of Integer;

II. Deklarasi Konstanta Array
Array tidak hanya dapat berupa suatu varibel yang dideklarasikan di bagian deklarasi variabel, tetapi dapat juga berupa konstanta (const).
Contoh Program :
Program Contoh_Deklarasi_Array_Konstan;
Uses Crt;
Const
Tetap : Array[1..4] of Integer=(7,10,21,20);
Var
i : Integer;
Begin
For i:= 1 to 4 Do
Writeln('Nilai Konstan array ke ',i:2,' =',Tetap[i]);
Readln;
End.
konstanta array dapat juga berupa ketetapan dalam bentuk karakter seperti berikut.
Contoh Program :
Program Contoh_Konstan_Array_Char_;
Uses Crt;
Const
Huruf : Array[0..5] of Char=('A','B','C','D','E','F');
Var
i : Integer;
Begin
For i:= 0 to 5 Do
Writeln('Nilai konstan array ke',i:2,' = ',Huruf[i]);
Readln;
End.
Konstanta array dapat juga berupa string seperti berikut ini.
Contoh Program :
Program Constanta_Array_String;
Uses Crt;
Type
A = Array [1..5] of String;
Const
Nama : A = ('basic','pascal','cobol','paradox','dbase');
Var
i : Integer;
Begin
For i:= 1 to 5 Do
Writeln('Nilai Array ke-',i:2,'= ',Nama[i]);
readln;
end.

Dalam pascal string merupakan array dari elemen- elemen karakter seperti berikut :
Contoh Program :
Program String_Adalah_Array_Tipe_Char;
Uses Crt;
Var
Nama : string;
i : Integer;
Begin
Nama:='Turbo Pascal';
For i:= 1 to Length(nama) Do
Writeln('Elemen ',i,' dari ',Nama,'= ',Nama[i]);
Readln;
End.

contoh program bilangan prima dengan menggunakan bantuan array.
Contoh program :
Program Mencari_Bilangan_Prima_Dengan_Array;
Uses Crt;
Var
Prima : Array[1..100] of Integer;
i,j : Integer;
bil : Integer;
Begin
ClrScr;
For i := 2 to 100 Do
Begin
Prima[i]:=i;
For j:= 2 to i-1 Do
Begin
bil := (i mod j); {* i dibagi j dicek apakah 0*}
If bil = 0 then Prima[i]:=0; {*jika habis dibagi,berarti bkn prima*}
End;
If Prima[i]<> 0 Then Write(Prima[i],' '); {*cetak array yg prima*}
End;
Readln;
End.

Contoh pengurutan data dengan metode buble sort, yaitu dengan cara penukaran, dapat dilihat pada contoh dibawah ini :
Contoh Program :
Program Penggunaan_Array_Untuk_Sortir_Buble_Sort;
Uses Crt;
Var
nil1 : Array[1..100] of Integer;
n,i,j,dum : Integer;
Begin
ClrScr;
Write('mau isi berapa data acak (integer) ='); readln(n);
For i := 1 to n Do
Begin
Write('Data Ke ',i,':');Readln(nil1[i]);
End;
{* penyapuan proses}
for i:= 1 to n-1 do
begin
for j:= i to n do
begin
if nil1[j]
begin
dum:=nil1[j];
nil1[j]:=nil1[i];
nil1[i]:=dum;
end;
end;
end;
writeln;
writeln('Hasil Sortir');
for i := 1 to n do
write(nil1[i]:3);
readln;
end.


III. Array Dua Dimensi
Di dalam pascal Array dapat berdimensi lebih dari satu yang disebut dengan array dimensi banyak (Multidimensional array), disini akan dibahas array 2 dimensi saja. Array 2 dimensi dapat mewakili suatu bentuk tabel atau matrik, yaitu indeks pertama menunjukkan baris dan indeks ke dua menunjukkan kolom dari tabel atau matrik.
1 2
1 2 3
Untuk mengetahui cara mendeklarasikan dari penggunaan aray dua dimensi dapat dilihat pada listing program dibawah ini .

Contoh Program:
Program Deklarasi_Array_Dua_Dimensi;
Uses Crt;
Var Tabel : Array[1..3,1..2] of Integer;
i,j : Integer;
Begin
ClrScr;
Tabel[1,1]:=1;
Tabel[1,2]:=2;
Tabel[2,1]:=3;
Tabel[2,2]:=4;
Tabel[3,1]:=5;
Tabel[3,2]:=6;
For I := 1 to 3 Do Begin For J:= 1 to 2 Do Begin Writeln('Elemen ',i,',',j,'= ',tabel[i,j]);
End;
End;
Readln;
End.


IV. Alternatif Deklarasi Array Dua Dimensi.
Ada beberapa cara dalam mendeklarasikan array dua dimensi, beberapa cara tersebut dapat dilihat dibawah ini :
Contoh :
Var
Tabel : Array[1..3] of Array[1..2] of Byte;
atau :
Type
Matrik = Array[1..3,1..2] of Byte;
Var
Tabel : Matrik;
atau :
Type
Baris = 1..3;
Kolom = 1..2;
Matrik = Array[Baris,Kolom] of Byte;
Var
Tabel : Matrik;
atau :
Type
Baris = 1..3;
Kolom=1..2;
Matrik= Array[Baris] of Array[Kolom] of Byte;
Var
Tabel : Matrik;
Dibawah ini akan diberikan listing program penggunaan array dua dimensi dalam aplikasi penjumlahan matrik :
Contoh Prorgam:
Program Penjumlahan_Matrik;
Uses Crt;
Var
Matrik1,Matrik2, Hasil : Array[1..3,1..2] of Integer;
i,j : Integer;
Begin
ClrScr;
{ input matrik ke satu }
Writeln(' Elemen matrik satu');
For i := 1 to 3 Do
Begin
For j := 1 to 2 Do
Begin
Write('Elemen baris -',i,' Kolom -',j,'= ');
Readln(matrik1[i,j]);
End;
End;
{input matrik ke dua}
Writeln('input elemen matrik dua');
For i:= 1 to 3 Do
Begin
For j:= 1 to 2 Do
Begin
Write('Elemen baris -',i,' kolom -',j,'= ');
Readln(matrik2[i,j]);
End;
End;
{proses penjumlahan tiap elemen}
For i := 1 to 3 Do
Begin
For j:= 1 to 2 Do
Begin
Hasil[i,j]:=Matrik1[i,j]+Matrik2[i,j];
End;
End;
{proses cetak hasil}
For i:= 1 to 3 Do
Begin
For j:= 1 to 2 Do
Begin
Write(Hasil[i,j]:6);
End;
Writeln;
End;
Readln;
End.


V. Array Sebagai Parameter
Array dapat digunakan sebagai parameter yang dikirimkan baik secara nilai (by value) atau secara acuan (by reference) ke procedure atau ke function. Procedure yang menggunakan parameter berupa array harus dideklarasikan di dalam judul procedure yang menyebutkan parameternya bertipe array.

Contoh Program :
Program Contoh_Pengiriman_Parameter_Array_Di_Procedure;
Uses Crt;
Const
Garis ='---------------------------------------------------';
Type
Untai = Array[1..10] of String[15];
Bulat = Array[1..10] of Integer;
Huruf = Array[1..10] of Char;
Var
i,Banyak : Integer;
Procedure Proses(Nama:Untai;Nilai:Bulat);
Var
Ket : String;
Abjad : Char;
Begin
Writeln(Garis);
Writeln('Nama Nilai Abjad Keterangan');
Writeln(Garis);
For i := 1 to Banyak Do
Begin
If Nilai[i] > 90 Then
Begin
Abjad:='A';
Ket :='Istimewa';
End;
If (Nilai[i]<90) And (Nilai[i]>70) Then
Begin
Abjad:='B';
Ket :='Memuaskan';
End;
If (Nilai[i]<70) And (Nilai[i]>60) Then
Begin
Abjad:='C';
Ket :='Cukup';
End;
If (Nilai[i]<60) And (Nilai[i]>45) Then
Begin
Abjad:='D';
Ket :='Kurang';
End;
If Nilai[i]< 45 Then
Begin
Abjad:='E';
Ket :='Sangat kurang';
End;
Writeln(Nama[i]:15,' ',Nilai[i]:4,' ',Abjad,' ',Ket:15);
End;
Writeln(Garis);
End;
Procedure Masuk_Data;
Var
Nama : Untai;
Nilai : Bulat;
Begin
Write('Banyak data =');Readln(Banyak);
For i:= 1 to Banyak Do
Begin
ClrScr;
Writeln('Data ke - ',i);
Write('Nama =');readln(Nama[i]);
Write('Nilai =');readln(Nilai[i]);
End;
Proses(Nama,Nilai);
End;
{modul Utama}
Begin
Masuk_Data;
Readln;
End.
Referensi :
# Lepkom Universitas Gunadarma.
# Dasar-dasar Pemrograman Pascal, Teori dan Program terapan , Ir.P. Insap Santosa, M.Sc.

Posted by
Unknown

More

Soal Soal Essay System Pencernaan Makanan



ESSAY
1.       Berdasarkan prosesnya, pencernaan makanan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu? Jelaskan!
2.       Sebutkan organ organ pencernaan pada manusia !
3.       Berdasarkan bentuknya, gigi manusia terdiri atas beberapa macam. Sebutkan !
4.       Gangguan konstipasi pada system pencernaan makanan adalah ?
5.       Makanan yang sehat adalah makanan yang bergizi dan higienis. Apa yang dimaksud dengan makanan bergizi dan higienis?
6.       Sebutkan fungsi dari makanan !
7.       Sebutkan 3 fungsi dari hati !
8.       Mengapa produksi HCL yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya gesekan pada dinding lambung dari usus halus sehingga menimbulkan rasa nyeri?
9.       Apa fungsi dari gigi ?
10.    Asam amino yang dapat dihasilkan oleh tubuh disebut?
11.    Hormon yang merangsang pembentukan getah lambung adalah ?
12.    Dalam usus halus, selain menyerap nutrisi dapat jugamenyerap ?
13.    Sebutkan enzim-enzim yang terdapat didalam usus halus !
14.    Sebutkan fungsi hati sebagai bagian dari pencernaan !
15.    Tifus merupakan penyakit yang menyerang usus halus yang disebabkan oleh bakteri ?
16.    Penyakit yang disebabkan olehkurang mengkonsumsi protein dinamakan ?
17.    Keadaan dimana tubuh kekurangan cairan disebut ?
18.    Pankreas dipacu untuk menghasilkan sekresi untuk ?
19.    Sebutkan macam-macam vitamin yang larut dalam lemak !
20.    Proses reabsorpsi air pada saluran pencernaan berlangsung pada bagian ?













Jawab
1.       Proses mekanis, yaitu pengubahan makanan dari bentuk kasar menjadi bentuk halus atau kecil dengan bantuan gerakan alat-alat pencernaan.
Proses kimiawi, yaitu pelarutan dan pemecahan makanan oleh enzim-enzim pencernaan dengan mengubah makanan yang bermolekul besar menjadi molekul yang berukuran kecil
2.       Mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, anus
3.       Gigi seri (insisivus), gigi taring (kanimus), gigi geraham (premolar dan molar)
4.       Sembelit terjadi karena adanya penyerapan air yang berlebihan pada sisa makan di usus besar akibatnya veses  jadi kering dank eras sehingga susah dikeluarkan.
5.       Higienis artinya tidak mengandung bibit penyakit. Bergizi artinya cukup member kalori, cukup mengandung protein, lemak dan vitamin. Memiliki perbandingan yang seimbang antara kandungan karbohidrat, protein dan lemak.
6.       Sebagai sumber energy, sebagai pembangun tubuh, sebagai pelindung
7.       Regulasi (mengatur komposisi darah, menyingkirkan bilirubin dari darah untuk dikeluarkan bersama feses)
Metabolism (mengubah zat makanan menjadi bentuk yang dapat digunakan tubuh sebagai tempat penyimpanan zat gizi lain)
Detoksifikasi (sebagai penawar racun, menghancurkan sel darah merah yang sudah tua)
8.       Didalam lambung kita sudah terdapat HCL apabila kita mengonsumsi makanan yang mengandung HCL maka produksi HCL didalam lambung meningkat itu akan menyebabkan lambung sakit
9.       Menghaluskan makanan, memotong makanan, menyobek makanan
10.    Asam amino nonesensial
11.    Hormon gastrin
12.    Air dan ion mineral terlarut, misalnya Na+ dan Cl+
13.    Protease, sukroase, laktase, dan maltase
14.    Membantu pencernaan lemak, menyimpan cadangan nutrisi, menyimpan energi dalam bentuk glikogen, menyaring racun dan sampah dari tubuh, menyintesis berbagai jenis protein, menyimpan vitamin-vitamin larut dalam lemak, dan mengatur kadar berbagai substansi kimia di dalam darah
15.    Salmonella typhi
16.    Kwashiorkor dan marasmus (busung lapar)
17.    Dehidrasi
18.    Makanan di dalam usus kecil
19.    Vitamin A, D, E, dan K
20.    Usus besar


Posted by
Unknown

More
Copyright©2013. Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © 2012 DASHTemplate by : UrangkuraiPowered by Blogger.Please upgrade to a Modern Browser.